Lombok Timur, Bidikntb.com – Ma’had Darul Quran wal Hadits Nahdlatul Wathan (MDQH NW) memasuki usia 56 Tahun. MDQH NW pun menggelar Adzikrol Hauliyah ( ulang tahun) yang digelar secara offline dan online, di halaman Masjid Jamik Darul Quran wal Hadits Anjani, Minggu (19/09).


Amid (direktur) MDQH NW Anjani, Maulanassyaikh TGKH Zainuddin Atsani mengungkapan, kesyukuranya karena perguruan yang mengkaji ilmu-ilmu agama masih eksis dan terus berkembang dengan pesatnya.


“Alhamdulillah, pada tahun 2021 ini jumlah thullab (putra) dan tholibat (putri) baru Mahad DQH NW di Anjani menembus 2.200 orang. Jumlah yang cukup fantastik di era globalisasi yang begitu canggih untuk ukuran sebuah perguruan keislaman tinggi non formal,” katanya.


Dijelaskan, jajaran pendidik di MDQH masih menjaga tradisi peninggalan Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sehingga MDQH terus berkembang dan menjalankan misi menegakan kalimatullah wal izzul Islam wa Muslimin di Indonesia.


“Kami di Dewan Masyaikh ini, tidak berani melanggar atau merubah secara mendasar apa yang menjadi ketetapan pendiri Ma’had, baik itu soal pakaian, sistem belajar ataupun soal lama belajar di Ma’had. Semua itu masih kami pertahankan di MDQH NW Anjani, sebagai simbol ketaatan dan penyambung keilmuan kepada pendiri Ma’had,”ujarnya.


Untuk diketahui MDQH adalah pergurunan tinggi non formal yang didirikan Pahlawan Nasional al Magfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Hamzanwadi I) pada tanggal 15 Jumadil akhir 1385 H/1965M. Niat awal pendirian Ma’had ini adalah untuk mengisi masjid dan mushalla yang ribuan bahkan jutaan di seluruh pelosok Nusantara. Kehadiran Ma’had di bumi Selaparang sebagai suatu wadah dan benteng pertahanan iman dan taqwa yang sangat kuat dalam mempertahankan idealisme Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah ala Mazhabil Imam As-Syafi’i RA.


Keberadaan Mahad dari dulu sampai kini tetap terasa, terbukti dengan banyaknya mutakharrijin/mutakharrijat (alumnus) yang bertebaran hampir di setiap masjid dan mushalla terutama di pulau Lombok, bahkan di berbagai pelosok Nusantara dan luar negeri.


Untuk mencapai tujuan itu, pendiri Mahad, menggunakan sistem belajarnya halaqah (bersila) dengan menggunakan pakaian ciri khasnya, kain putih, baju koko putih dan songkok putih yang diniatkan pendirinya agar siapapun yang masuk Ma’had, jiwa raganya seputih pakain yang digunakannya.


Mahad terus mengalami peningkatan signifikan. Hal ini bisa dilihat dari tahun ke tahun, perkembangan kualitas dan jumlah thullab (mahasiswa) yang masuk di perguruan yang khusus mengkaji kitab-kitab turats ini, terus mengalami peningkatan. Dalam lima tahun terakhir ini, thullab MDQH NW di Anjani, tidak pernah kurang dari 1000 orang yang masuk dari berbagai penjuru nusantara, bahkan ada yang berasal dari luar negeri untuk belajar di Mahad DQH NW ini.



Menteri Agama RI yang diwakili Direktur Bimas, Prof. Dr. Komarudin, MA, dalam sambuntan daringnya menyatakan Indonesia memiliki kekhasannya yang tidak dimiliki negara lain, karena peran pesantren dan ormas Islam sangat besar dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan pendidikan Indonesia.


“Tentunya dengan usia ke 56 ini, perguruan Mahad ini sudah banyak melahirkan kader-kader Islam yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.


Komarudin berharap NW dan Mahad terus menyebarkan kebaikan di bumi Nusantara ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada bangsa Indonesia.


“Mari kita ikut bantu pemerintah yang kondisi pandemi covid-19,” tutupnya.


Selain itu sambutan dan ucapan selamat Zikrol oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Taj Yasin Maimoen Zubaer.


Wakil Amidul Mahad, TGH L Anas Hasyri, dalam pengajian zikrol mengungkapkan bahwa fenomena thullab mahad yang terus bertambah dibawah kepemimpinan Maulanassyaikh TGKH Zainuddin Atsani, adalah bentuk kepercayaan masyarakat atas kehadiran mahad sebagai benteng ajaran Ahlussunah wal Jamaah.


“Ini adalah trust (kepercayaan) dari masyarakat yang begitu tinggi terhadap Ma’had Darul Qur’an wal Hadist NW di bawah komando Maulanasyaikh Hamzanwadi II,” kata Wakil Amid I MDQH NW.


Ditambahkan, Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, maksimal thullab baru mahad, berkisar 500 – 600 an orang, namun sekarang kita melihat fakta menakjubkan.


“Bukti TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang menunjuk sejak kecil penggantinya yaitu Maulanassyaikh TGKH Zainuddin Atsani, menjadi kenyataan. Dengan berbondong-bondong santri mengaji di MDQH NW Anjani. Kalau ditotal maka thullab/tholibat MDQH NW di Anjani, dari tingkat 1-4 sekityar 7000 orang yang berasal dari berbagai pelosok Nusantara bahkan luar negeri seperti Malaysia,”sambungnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Adzikrol Hauliyyah MDQH NW Anjani, Muh. Amir Hidayatullah menjelaskan, persiapan panitia menjelang digelarnya zikrol sudah dilakukan, mulai dari mendata thullab baru dan thullab yang tamat tahun ini.


“Jadi yang tamat Mahad tahun ini berjumlah 1.093 orang dan yang masuk Ma’had berjumlah 2.200 orang,”akunya.


Dikatakan, karena kondisi masih pandemi, panitia menyederhanakan kegiatan menyambut zikrol, tidak ada lagi kegiatan yang mengundang kerumunan, termasuk tidak ada tamu dari luar. Kegiatan hanya bersifat internal saja. Sedang alumni dan pengurus NW lainnya bisa mengikuti acara melalui zoom meeting yang disiapkan panitia .


“Semua kegiatan dan lomba berbentuk online, seperti Lomba Video Musikalisasi dan Lomba Design Quote Masyaikh,”tandasnya.


Pada acara Adzikrol juga dilakukan penandatangan antara Ketua Umum PBNW dengan Direktur BNI Cabang Mataram, I Gusti Ayu Ratih Martini, untuk kartu anggota NW dan kartu mahasiswa IAIH NW Lotim yang bisa digunakan transaksi di BNI.


Dari jumlah 1093 thulab Mahad yang tamat, yang khatam 30 juz Al Quran 81 orang hafidz dan hafidzah. Pada acara ini juga dilaksanakan pelantikan tiga Perwakilan NW dan 2 PWNW yaitu : 1. PWK NW Arab Saudi, 2. PWK NW Yaman, 3. PWK NW Mesir, 4. PWNW Provinsi Riau dan 5. PWNW Provinsi Sumatra Barat. (*)

Leave a Reply

avatar
200
  Subscribe  
Notify of