Hj. Lale Yaqutunnafis, S.Sos., MM. Pimpinan Pusat PGNW

Bidikntb.com- Nahdlatul Wathan merupakan organisasi Islam yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Komitmen pendiri Nahdlatul Wathan (NW) TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid  untuk memajukan dunia pendidikan sangat besar hal ini dibuktikan dengan pembukaan sekolah-sekolah di dasan dan dusun. Disamping itu, pendiri Nahdlatul Wathan sangat memperhatikan kualitas guru yang mengajar di madrasah-madarsah NW sehingga dibentuklah Badan Otonom (Banom) Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW) yang memiliki andil dalam meningkatkan profesionalisme guru-guru NW.

Nahdlatul Wathan melalui madrasah-madrasah dan Banom Persatuan Guru Nahdlatul Wathan menunjukkan eksistensi dirinya untuk mencerdaskan bangsa sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar. Kehadiran NW dalam pergerakan pendidikan tidak hanya mengang dikat harakat dan martabat pendidikan Bangsa Sasak namun juga masyarakat Indonesia secara luas. Hal ini Nampak dengan berdirinya pondok pesantren-pondok pesantren dan madrasah-madrasah di 34 provinsi di Indonesia.

Hadirnya NW menjadi guideline bagi Sebagian besar warga Suku Sasak yang pada awalanya tidak mengenal baca tulis  menjadi orang yang pandai dan terdidik. Estafet perjuangan NW tidak hanya berhenti pada masa hayat pendirinya saja namun berlanjut hingga sekarang bahkan pergerakannya semakin luas dan sudah menyebar ke beberapa negara.

Persatuan Guru Nahdlatul Wathan yang dipimpin oleh Hj. Lale Yaqutunnafis, S.Sos, M.M melanjutkan ikhtiar pendiri Nahdlatul Wathan untuk memajukan dunia pendidikan. Pergerakan dan program yang digalakan untuk menjawab realitas dan kompleksitas dunia pendidikan sangatlah banyak mulai dari program untuk peningkatan mutu SDM, Peningkatan kompetensi guru, memperjuangkan kesejahteraan guru, hingga program yang mengarah kepada peningkatan Kesehatan siswa dan pendidik. Harapan besar dari Pimpinan Pusat PGNW yakni menjadikan dunia pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan melalui peningkatan mutu guru madrasah atau sekolah.   Sejak diamanahkan menjadi Pimpus PGNW, Hj. Lale Yaqutunnafis terus bergerak memberi semangat dan dorongan kepada guru-guru di Indonesia dengan mendatangi sekolah-sekolah di berapa pulau  di Indonesia seperti ke Kalimantan, Batam dan pulau lainnya.

PGNW dalam memajukan dunia pendidikan memegang erat 3 ajaran Ki Hajar Dewan Tara yakni ng Ngarso Sun Tulodho, yang berarti di depan (pimpinan) harus memberi teladan. Ing Madyo Mangun Karso, yang bermakna di tengah memberi bimbingan. Dan Tut Wuri Handayani, yang mengandung arti di belakang memberi dorongan. Ajaran Bapak Pendidikan Indonesia ini telah melahirkan pergerakan PGNW yang dinamis bukan statis. Dalam hal keteladanan PGNW mengkader guru-guru mulai dari tingkat TK hingga SMA/MA agar bisa digugu dan ditiru oleh peserta didiknya melalui pengebangan soft skill dan hard skill.  Dalam pandangan PGNW guru-guru harus menjadi suri tauladan baik dalam bertutur maupun dalam bertindak.

Pada saat di tengah-tengah masyarakat, PGNW hadir sebagai penggerak dan menggelorakan semangat-semangat pendidikan bagi para pendidik peserta didik, dan masyarakat-masyarakat dari berbagai kalangan demi terciptanya perubahan yang lebih baik.  Dalam kontes Tut Wuri Handanyani, PGNW hadir sebagai pendorong kepada guru-guru agar semangat tetap menyala.

Bagi PGNW,   sektor pendidikan telah diyakini sebagai jalan utama ke arah terciptanya sumber daya manusia yang handal. Melalui pendidikan, PGNW dapat berpartisipasi dalam mengembangkan potensi manusia secara optimal agar memiliki kekuatan spiritual-keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan. Berbagai pergerakan yang pernah dilakukan oleh PGNW dalam mendorong terciptanya SDM yang unggul dalam dunia pendidikan antara lain:

  1. Seminar Nasional Pencegahan Stanting bagi anak PAUD

PGNW menyadari bahwa faktor lain yang dapat menentukan kualitas pendidikan yakni kesadaran masyarakat terhadap gizi anak. Kurangnya gizi yang diperoleh oleh anak dapat menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir sehingga mengalami keterlambatan dalam menerima pembelajran. Atas dasar itulah perlu dibangun satu pandangan yang cerdas dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya sadar gizi demi terciptanya SDM Indonesia yang unggul dan mampu berdaya saing.

  1. Pendampingan Akreditasi Madrasah/Sekolah

Akreditasi sekolah menjadi salah satu standar penilaian mutu lembaga pendidikan oleh sebab itu, PGNW terus mendorong dan memberikan bimbingan kepada tenaga kependidikan, kepala madrasah di bawah naungan NW agar akreditasi madrasah yang dibina meningkat sehingga menambah kepercayaan masyarakat untuk memasukan putra dan putrinya pada madrasah tersebut. Dalam pendampingan akreditasi ini, PGNW bekerjasama dengan BANSM. Dampak dari pelatihan ini menunjukan hasil yang postif, banyak madrasah yang mengalami peningkatan status akreditasi.

  1. Pelatihan Implimentasi KurikulumMerdeka

Sebagai Badan Otonom yang bergerak di bidang pendidikan PGNW selalu mengikuti perkembangan dunia pendidikan. Wacana penerapan Kurikulum Merdeka ikut menjadi perhatian PGNW. Dalam hal ini, Pimpus PGNW tergerak hatinya untuk ikut andil melibatkan guru-guru NW untuk memiliki pengetahuan tentang kurikulum Merdeka sehingga dapat diaktualisasikan dalam lembaga pendidikan di bawah NW.

Tuisan ini menjadi bagian dari refleksi pergerakan PGNW dalam rangka menyambut hari Pendidkan Nasional 2 Mei 2022 di bawah kepemimpinan Lale Yaqutunnafis. Impian PGNW berlahan namun pasti satu persatu mulai terwujud. Mimpi pendiri NW untuk hidupkan PGNW kini menjadi nyata.

Leave a Reply

avatar
200
  Subscribe  
Notify of