Plang yang sudah dicopot kemudian dipasang kembali oleh Pengurus Cabang NW Montong Gading pada hari Kamis, 15 Juli 2021

Lombok Timur, (Bidikntb.com)-Pengurus Cabang Nahdlatul Wathan (PC NW) Montong Gading merasa geram dengan ulah oknum Kawil yang mencabut plang Pimpinan Cabang Muslimat NW Perian pada 14 Juli 2021.

Salah satu Pengurus Cabang NW MT. Gading,  Bapak Hilmi mengatakan bahwa pencabutan Plang Ancab Muslimat Cabang NW Perian diduga dilakukan oleh Kawil Perian Selatan atas restu tokoh agama yang dituakan di Desa Perian. Menurutnya pencabutan tersebut tidak beralasan karena sebelum pemasangan Wakil Ketua Anak Cabang NW Perian sudah melakukan koordinasi dan izin secara lisan kepada pihak desa dan  Kepala Desa Perian memberikan izin untuk pemasangan.

Sementara itu, Ustaz Kasful mengungkapkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menunjukan identitas keorganisasiannya karena sudah dilindungi oleh undang-undang. Jangan karena sentimen organisasi seenaknya melakukan pencopotan, ungkapnya. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Desa Perian itu milik bersama bukan milik perorangan dan golongan.

Atas permasalahan tersebut, Pengurus Cabang MT. Gading segera melakukan musyawarah di kantor cabang  NW Perian, pada Malam Kamis, 15 Juli 2021 yang dihadiri oleh Kawil Perian Selatan, Tokoh Desa Perian, HM Zuhri mantan anggota Dewan NW. Hasil musyawarah tidak ada kata sepakat bahkan pihak Pengurus Cabang Montong Gading akan memasang kembali plang tersebut.

“Dari hasil musyawarah tadi malam masih tidak ada kata sepakat, kita akan pasang kembali plang tersebut” Ungkap Hilmi saat dimintai keterangan oleh Bidikntb.com.

Disamping itu, pihak Pengurus Cabang NW Montong Gading sudah melaporkan kejadian ini secara lisan kepada Polsek setempat guna mendapatkan penangan. Pihak Polsek Montong Gading akan mengagendakan untuk melakukan pertemuan dengan kedua belah pihak.

Sementara itu, Kepala Wilayah Perian Selatan, H Ahmad Ihsan melalui sambungan telpon membenarkan kejadian pencopotan plang Muslimat NW yang dilakukan oleh dirinya atas saran tokoh agama  setempat dan kepala desa Perian guna tercipta keamanan di tengah masyarakat.

“Kita bukan berarti melarang pemasangan pelang di sana, namun perlu ada koordinasi dengan berbagai tokoh setempat agar tercipta keamanan” Ungkap Kawil Perian Selatan.  (HR)

1
Leave a Reply

avatar
200
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Lalu ahmad yasi intifadhah Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Lalu ahmad yasi intifadhah
Guest
Lalu ahmad yasi intifadhah

Keresahan itu berawal dari ketakutan, jadi kemungkinan besar ada yang takut kalo plang itu dipasang