Separuh dari puasa Ramadhan tahun ini sudah dilewati. Saya, anda, dan semua umat Islam pasti akan merasakan situasi berpuasa yang sangat berbeda dari puasa Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Sebabnya adalah karena adanya wabah besar yang sedang terjadi: Pandemi Covid-19.

Wabah covid-19 yang disebabkan oleh virus corona ini tidak hanya menyerang Indonesia saja. Sebagian besar negara di dunia juga ikut terkena. Mulai dari negara tertinggal, negara berkembang, ataupun negara maju. Semuanya merasakan dahsyatnya pandemi ini.

Virus corona ini juga tidak memandang usia. Balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia semuanya bisa terkena. Tidak ada yang kebal dari serangan virus ini. Orang biasa sampai petinggi negara juga tidak sedikit yang sudah tertular.

Covid-19 sudah ada di tengah kita. Dengan kedisiplinan menjalankan berbagai protocol covid19 yang telah dikeluarkan pemerintah, maka kita akan bisa membentengi diri kita dari serangan covid-19. Demikian dikatakan Wagub NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam berbagai kesempatan.

Secara garis besar, ada dua medan tempur dalam melawan pandemi covid-19 ini. Pertama adalah Rumah Sakit. Di medan tarung Rumah Sakit ini, pasukan yang berada di garis terdepan bukan orang sembarangan. Orang-orang yang memang berlatar belakang sebagai tenaga kesehatan. Dokter, perawat, dan semua orang yang berada dalam sistem Rumah Sakit tersebut. Amunisi tempurnya berupa obat-obatan, dan kelengkapan medis lainnya.

Melalui medan tarung yang pertama inilah kita akan mengetahui data-data orang yang positif, negatif, sembuh, dan meninggal terkena serangan covid-19.

Untuk kasus di NTB, data hingga hari senin, 11 Mei 2020 didapatkan total kesembuhan mencapai 117 orang atau 34,51% dari total pasien positif Covid 19 di NTB sebanyak 339 orang. Sedangkan angka kematian sebanyak 7 orang atau sebesar 2,06%. Persentase kesembuhan pasien positif covid-19 di NTB ini melebihi angka rata-rata nasional yang berada pada angka 18%. Sebuah pencapaian yang patut diberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan covid-19 di NTB.

Medan tempur kedua yaitu lingkungan sosial kita. Untuk medan tempur yang kedua ini, pasukan tempurnya adalah kita semua. Tanpa kecuali. Apapun latar belakang kita.

Di medan tempur kedua ini, alat tempur kita adalah edukasi, sosialisasi ataupun berbagai hal yang dapat kita lakukan untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Mengingat, masih banyak masyarakat yang belum memahami dan menyadari bahaya dari covid-19 ini. Bahkan, kerap kali kita melihat sebagian masyarakat yang terlihat “bodo amat” dengan covid-19 ini.

Jika kita melihat data pasien positif covid-19 di NTB, sebanyak 70% nya tidak bergejala. Sisanya sebanyak 30% yang bergejala. Artinya, pasien positif covid-19 di NTB didominasi oleh orang-orang yang secara kasat mata terlihat sehat. Namun, di dalam tubuhnya telah ada virus corona.

Karena terlihat sehat, sangat memungkinkan bagi mereka untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Di luar rumah. Berinteraksi dengan orang-orang. Bahkan, sangat memungkinkan pula untuk melakukan kontak pisik secara langsung sehingga membuat orang lain menjadi tertular. Kasus di NTB pun kini menunjukkan banyak orang yang tertular covid-19 dari orang-orang sekitarnya. Diistilahkan dengan transmisi lokal.

Dengan demikian, medan tempur yang kedua ini tidak kalah beratnya dengan medan tempur yang pertama. Karena kita berhadapan langsung dengan lingkungan sosial dengan berbagai bentuk karakter masyarakat. Dibutuhkan cara dan pendekatan yang pas dan tepat.

Meski demikian, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang telah terbukti ampuh melawan covid-19 di tengah masyarakat. Belajar dari rumah, bekerja dari rumah, beribadah dari rumah. _Social distancing_ dan _physical distancing_. Rajin cuci tangan pakai sabun atau dengan menggunakan handsanitizer dan jangan lupa memakai masker. Semua ini dapat kita jadikan sebagai senjata utama dalam memerangi pandemi covid-19 di medan tempur yang kedua.

Untuk di NTB, mulai hari ini masyarakat telah diwajibkan untuk mengenakan masker. Ada sanksi bagi yang kedapatan tidak mengenakan masker. Berlaku mulai hari ini.

Bagi saya, kebijakan untuk mewajibkan masyarakat menggunakan masker ini sangat bagus dan tepat. Hal ini karena di sejumlah kajian disebutkan, penggunaan masker sangat epektif dalam memutus rantai penyebaran covid-19.

Maskerku melindungimu dan maskermu melindungiku. Demikian slogan yang digunakan untuk mengkampanyekan penggunaan masker.

Kita berharap, kebijakan ini dapat diterima dan dijalankan dengan baik oleh kita semua untuk kebaikan kita bersama. Saya optimis kita dapat melewati pandemi covid-19 dengan gemilang.

Leave a Reply

avatar
200
  Subscribe  
Notify of