Oleh: Evi Pebriana

(Mahasiswa Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Covid 19 atau yang bernama latin Corona Virus Disease 2019 ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi dunia saat ini. Betapa tidak, hampir 3 (tiga) juta penduduk dunia dinyatakan positif mengidap virus berbahaya asal Wuhan, Cina tersebut. Tak terkecuali Indonesia yang memang menjadi negara yang ramai dikunjungi oleh turis mancanegara, tidak hanya itu Indonesia juga sebagai tempat lalu lalang perdagangan internasional yang mengakibatkan virus cepat menyebar. Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-2 negara dengan jumlah kematian terbanyak setelah italia (Suara.Com). Selain itu, di Indonesia sendiri lebih dari puluhan nyawa melayang dan ratusan orang terjangkit virus corona. Hal ini merupakan angka yang sangat signifikan mengingat Indonesia sebelumnya menafik adanya virus tersebut masuk ke tanah air, akan tetapi pada kenyataannya corona dengan mudah menerobos tanpa mengenal jarak, penyebaran yang sangat cepat mengakibatkan semakin banyak orang yang terpapar dan terkapar.

Menilik dari hebohnya wabah corona yang menjangkit dunia, kini masyarakat dunia juga kembali dihebohkan oleh berbagai konspirasi yang menambah kegundahan di tengah masyarakat. Dikutip dari laman Kompas.Com edisi Sabtu , 28 Maret 2020 menyatakan bahwa teori konspirasi sama berbahaynya dengan virus itu sendiri. Salah satu teori konspirasi menyebutkan bahwa Virus Covid 19 adalah senjata biologis yang direkayasa oleh Badan Intelejen Pusat (CIA) Amerika Serikat sebagai cara untuk berperang di Cina. Sementara teori lain juga menyebutkan bahwa pemerintah Inggris dan Amerika Serikat memperkenalkan virus ini sebagai cara untuk menghasilkan uang dari pembelian vaksin, dan masih banyak lagi konspirasi-konspirasi lain yang lebih tidak berdasar lagi. Dampak dari adanya klaim konspirasi di tengah masyarakat sangat menghawatirkan terlebih saat ini dunia sedang berjuang melawan wabah mematikan ini. Selain itu, efek terbesar dari yang mungkin ditimbulkan oleh konspirasi ini adalah semakin membuat kegaduhan ditengah ketidakpastian kapan berakhirnya masalah ini. Oleh karena itu, sebelum huru-hara konspirasi semakin merebak, perlu ada kekuatan yang menghalau kegaduhan tersebut. Salah satunya adalah agama, agama sendiri memiliki peran penting dalam menghadapi problema saat ini. Salah satunya adalah bagaiamana kemudian masyarakat dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa bumi.

Lalu seperti apa agama memandang konspirasi tersebut dan apa peran agama yang mampu diaktualisasikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari dari rasa gundah dan pemikiran yang negatif?

Berikut dipaparkan konspirasi di mata agama seperti apa. Adapun konspirasi merupakan hal yang belum tentu kebenarannya dan masih berupa asumsi semata tanpa adanya pembuktian. Nah di dalam Al-qur’an telah dijelaskan bahwa segala macam sesuatu yang ditimpakan di muka bumi ini baik wabah, penyakit, ataupun semacamnya memang sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT, seperti yang tercantum dalam(QS. At-Thaghabun[64]:11)

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

Artinya: “Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Thaghabun[64]: 11)

Selain itu, Allah juga berfirman dalam(QS. Al-Hadid[57]: 22)

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّـهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢﴾

Artinya: “Tidak ada suatu musibah yang turun di bumi juga yang menimpa diri-diri kalian kecuali telah dituliskan oleh Allah Subhanahuwa Ta’ala. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ayat al-quran tersebut memberikan kita peringatan bahwa segala sesuatu yang datang di muka bumi ini atas seizin Allah seperti daun yang jatuh sekalipun. Orang mukmin yang memiliki tingkat keimanan yang tinggi percaya bahwa Allah adalah produser pemberi skenario terbaik bagi hidup setiap makhluk di bumi. Seperti halnya wabah corona yang datang saat ini, meskipun kita ketahui bahwa dalam medis dijelaskan wabah ini datang dari hewan seperti kelalawar dan kemudian menyebar ke manusia satu dengan manusia lainnya.

Akan tetapi perlu kita sadari dan pahami bahwa Allah memberikan kita kejadian ini sebagai ujian agar manusia dapat bermuhasabah atau sebagai pengingat diri bagi setaip orang. Apa saja yang telah kita perbuat dan bagaiamana manusia bijak menjalani hidup dan berdamai dengan alam. Selanjutnya, fenomena pelik yang terjadi di tengah masyarakat baru-baru ini adalah penolakan pemakaman jenazah covid di sejumlah wilayah. Bahkan jenazah Pahlawan covid yang juga garda terdepan penanggulangan covid yakni perawat itu sendiri di tolak jenazahnya. Kejadian ini sangat memilukan, terlebih dalam islam salah satu hal yang harus disegerakan adalah memakamkan jenazah.

Masyarakat awam mengira bahwa jenazah covid akan menular walaupun sudah memenuhi prosedur kesehatan. Anggapan yang demikian perlu di luruskan baik dari segi medis ataupun secara keagamaan (islam). Secara medis, pihak pemerintah dalam hal ini menteri kesehatan harus mensosialisasikan prosedur dan cara penanggulangan covid sebelum dan sesudah terjangkit agar masyarakat paham dan tidak beranggapan negatif lagi.

Pemerintah juga perlu gencar dalam memberikan penyuluhan hidup sehat dan bantuan berupa obat-obatan gratis kepada masyarakat. Adapun dari segi keislaman, penolakan terhadap jenazah tentu merupakan sesuatu yang sangat dibenci, terlebih jika tidak ada yang memakamkan jenazah ataupun tidak ada yang mengurus jenazah maka yang mendapat dosa adalah satu desa tersebut. Dalam islam sudah diatur, tata cara Pengurusan jenazah, akan tetapi kondisi yang berbeda terjadi saat wabah covid menyebar. Jenazah yang positif covid tidak bisa dimandikan oleh orang awam kecuali petugas medis, hal ini bertujuan untuk menjaga kemungkinan penularan virus berbahaya itu.

Oleh karenanya yang dapat memandikan dan menguburkan jenazah adalah pihak medis yang sudah sesuai dengan prosedur kesehatan yang baik yakni memakai APD dan alat kesehatan lainnya. Selain penolakan jenazah yang sedang viral, sebagian masyarakat lainnya justru mengucilkan Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hal ini menambah rumit suasana di tengah wabah. Masyarakat yang seharusnya bersatu saling membahu melawan covid, justru sebagian masyarakat malah mengucilkan orang yang membutuhkan support. Sebenarnya jaga jarak dengan orang yang terindikasi covid sangat wajar yaitu untuk memutus rantai penyebaran yakni dengan cara sosial distancing atau jaga jarak aman. Akan tetapi mengucilkan orang yang terjangkit covid juga bukan perbuatan yang benar.

Dalam islam, dianjurkan kita untuk saling menyayangi antar umat manusia. Nah salah satunya yakni dengan cara memberikan dukungan moral berupa semangat. Karena kesehatan psikis juga sangat penting untuk mempercepat penyembuhan covid 19 tersebut. Islam yang juga sebagai agama yang rahmatanlil alamin, juga mengajarkan kita betapa pentingnya saling membantu dan mengasihi, apalagi di tengah wabah yang sedang di hadapi saat ini. Saling memberi atau sodaqoh sangat dianjurkan, karena banyak orang yang tidak bisa makan karena di PHK atau tidak bisa bekerja karena harus berada di dalam rumah.

Oleh karena itu, sebagai umat islam, sodakoh atau saling memberi saat ini sangat penting untuk dilakukan. Selanjutnya, islam adalah agama yang sangat mencintai kebersihan. Segala bentuk apapun pasti ada ketentuan dan aturannya dalam islam mulai dari baru bangun tidur hingga tidur lagi. Hal terkecil seperti membersihkan diri pun diatur dalam islam. Itu sebabnya islam disebut sebagai agama yang sempurna. Kaum muslim yang saat ini sedang terkena wabah harusnya dapat mengoreksi diri dalam hal ini sejauh mana kebersihan dijaga. Sudahkah kita dalam perilaku sehari-hari mengikuti anjuran al-quran dan sunah nabi?

Jawabannya ada dalam diri masing-masing. Saatnya sekarang kita berbenah, jangan sampai apa yang telah dituntun oleh agama hilang sia-sia karena zaman. Contohnya dalam islam dilarang memakan daging babi atau hewan yang buas dan najis seperti anjing dan lain-lain. Akan tetapi, dewasa ini banyak makanan yang dijual bebas dipasarkan bahkan dengan tulisan yang besar mereka bangga menjual panganan yang sejatinya sudah dilarang untuk dimakan. Segala sesuatu yang dilarang dalam islam pasti ada maksud dan tujuannya, misalkan memakan daging babi mengapa dilarang karena di dalamnya terdapat cacing pita yang berbahaya bagi tubuh. Begitupun ketika memakan daging kelelawar dan sebagainya.

Seharusnya manusia harus lebih bijak lagi dalam hal apa yang dibolehkan dan apa yang menjadi laranganNYA. Selain itu, anjuran dari menteri kesehatan seperti mencuci tangan dan memakai masker atau bahkan menjaga jarak pun harus dipatuhi, tidak hanya saat wabah ini menyerang namun dalam kegidupan sehari-hari kelak ketika wabah ini berakhir. Indahnya dalam islam juga diatur tentang bagaimana bersosialisasi antara yang mahrom dan bukan, yakni larangan menyentuh orang yang bukan muhrim. Hal ini selain tidak baik untuk kehidupan, juga tidak baik untuk kesehatan, seperti saat sekarang ini kita tidak diperbolehkan bersalaman terlebih dahulu, tujuannya untuk menghindari penyebaran covid.

Terakhir, kita semua berdoa agar virus corona ini cepat berakhir dan masyarakat yang terjangkit dapat segera sembuh total. Serta jangan ada lagi penolakan atau pengucilan terhadap masyarakat lainnya yang terjangkit covid. Mari kita sama-sama saling menguatkan dan mematuhi segala peraturan yang telah dibuat pemerintah.

Leave a Reply

avatar
200
  Subscribe  
Notify of